review buku La Tahzan For Teens MEnjadi Remaja Bebas Stres ‘N Selalu Happy

Pengarang : Qomarruzzaman Awwab
Penerbit : Mizan
Buku ini sangat bagus uuntuk membangun pribadi remaja yang sedang mengalami masa-masa surut dalam menghadapi hidup
Pada pembukaan buku ini, akan diberikan beberapa kisah, salah satunya adalah kisah mengenai seorang anak yang ingin bunuh diri, dia naik ke atas kubah, mencopot replika ”Allah”, dan loncat dengan megucapkan kalimat Allahu Akbar sebelum terjun kebawah, tetapi dia nyangkut di atap rumah dan tidak tewas. Benar-benar aneh, bunuh diri tetapi mengucapkan kalimat Allahu Akbar. Di sini kita diberitahu bahwa jangan bersedih untuk segala kejadian, karena kesusahan adalah cara Allah agar kita tambah dewasa, tambah kuat, dan tambah menghargai hidup. Buat apa sedih menghadapi hidup, sedih itu tidak ada gunanya.

 Pada bab pertama dengan judul Bahaya Kesedihan, akan diberikan, cara-cara menghadapi kesedihan.
Menurut Robert E. Lane dalam The Loss of Happiness in Marker Democracies menyatakan, ”…. untuk dapat dikatakan depresi, Anda harus memiliki paling tidak empat gejala di bawah ini yang berlangsung hampir setiap hari, selama paling tidak dua minggu :
1. selera makan hilang atau kehilangan berat yang sangat berarti (dalam keadaan tidak diet);
2. susah tidur (insomnia) dan hipertensi;
3. gerakan yang melambat (agitasi psikomotor);
4. kehilangan minat atau rasa senang pada kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan;
5. kehilangan tenaga, kelelahan;
6. merasa tidak berharga, menyalahkan diri, atau merasa bersalah yang berlebihan;
7. menggerutu atau menunjukkan hilangnya kemampuan berfikir sehingga sulit untuk mengambil kesimpulan;
8. selalu muncul pikiran tentang kematian, bunuh diri, ingin segera mati.
Jika kita melihat gejala yang ada, maka kita harus dapat menghindarinya, di buku ini akan dibicarakan bagaimana menghadapi kejadian yang seperti itu.
Sedih akan memadamkan bara harapan, mematikan ruh cita-cita, dan membekukan semangat jiwa.
Seorang Muslim diperintahkan untuk mengusir kesedihan, tidak boleh menyerah, serta harus membuang jauh-jauh, menolak, melawan dan mengalahkan nasib. Bahkan Nabi sendiri pernah memohon agar dihindarkan dari kesedihan melalui doanya.
Kita harus mendatangkan kebahagiaan dan menciptakan kehidupan yang melapangkan dada. Kita harus memohon kehidupan yang baik, penghidupan yang memuaskan, pikiran yang jernih, dan kelapangan dada.

 Pada bab ke dua dengan judul jangan bersedih, karena Allah ada di samping kita
Pada bab ini kita di suruh untuk percaya, bahwa Allah bersama kita setiap saat, kapanpun, dan dimana pun. Empat hal yang membuat orang tetap merasa ditemani walaupun ia sedang sendirian. Yaitu, seseorang yang sedang ketakutan, orang yang merasa memiliki utang, orang yang sangat taat, dan orang yang sedang jatuh cinta. Di dalam kejadian yang empat itu, kita harus percaya bahwa hadir dalam setiap perbuatan yang sedang dilakukan oleh umatnya.

 Pada bab ke tiga dengan judul setelah kesusahan pasti ada kebahagiaan
Di dalam awal bab ini, terdapat sebuag ayat yang berbunyi :
”Maka sesungguhnya bersama kepedihan itu ada kebahagiaan. Dan sesungguhnya bersama kepedihan itu ada kebahagiaan. (QS Al-Insyiraah (94): 5-6)
Terdapat dua ayat ini, para mufasir sepakat bahwa ada makna istimewa yang menggembirakan kita semua. Yaitu, Allah berjanji bahwa setiap satu kesusahan atau kepedihan akan disediakan dua kebahagiaan. Luar biasa, kesusahan merupakan pintu masuk menuju dua kemudahan, dua kebahagiaan.
Di bab ini akan diberikan sebuah kisah mengenai Nasruddin yang menolong orang lain. Inilah kisanya :
Nasruddin kedatanag tetangganya yang merasa kesal dititipi keponakannya yang nakal-nakal, ” Rumahku sudah sempit, kini semakin ruwat oleh tingkah polah keponakanmu. Nasruddin, beru saya nasehat!”
Nasruddin tersenyum dan memberi nasihat, ”Ambillah dua ekor ayamku, peliharalah di dalam rumahmu itu1” Sang tetangga merasa kesal, tapi Nasruddin segera menyela, ” Itulah caranya agar kamu mendapatkan rumah yang luas! ”Sag tetangga menurut dan membawa dua ekor ayam yang harus dipelihara du dalam rumahnya yang sempit.
Dua hari kemudian, tetangga itu datang lagi dengan wajah yang lebih kesal kerana rumahny yang semakin smepit. Naruddin justru sudah menyiapkan dua ekor kambing. ”Bawalah!” Tetanggga itu kembali dengan dua ekor kambin. Dua hari kemudian, tetangga itu kembali mengeluh dan dijawab dengan dua ekor sapi yang harus dipelihara di dalam rumahnya yang sudah amburadul.
Dua hari kemudian, tetangga itu mendapat surat dari Nasruddin agar mengembalikan ayam. Sang tetangga merasa senag, satu masalah telah hilang. Lalu, berturut-turut dia diminta mengembalikan kambing dan sapi. Beberapa hari kemudian, tetangga itu datang dengan wajah berseriseri, ”Terima kasih Sahabatku. Rumahku kini sangat-sangat luas. Dan keponakaku itu ternyata makhluk paling lucu dan menyenangkan di dunia ini!”
Nah sahabat, setelah satu kesusahan tetangga Nasruddin itu mendapat dua kebahagiaan. 1. dia menemukan kesadaran bahwa sempit dan luasnya rumah bukan didasarkan pada ukuran, melainkan pada cara pandang. 2. dia menemukan kesadaran bahwa keponakanay makhluk yang tidak layak dibenci.
Di sini kita akan mendapatkan bahwa saat jalan yang kita tempuh menjadi sempit, usaha gagal, harapan putus, yakinlakh bahwa kemudahan akan tercapai dan kegembiraan akan datang.

 Bab 4.. dengan judul Nekrofili, Kepribadian mayat
Di sini dijelaskan bahwa nekrofili adalah kehilangan perasaan. Mereka bisa merusak dan merampas hak orang lain tanpa merasa risih. Mereka menyiksa dan membunuh orang tanpa rasa iba. Hidup mereka kosong, tanpa rasa dan makna. Kenapa mereka berfikir demikian :
1. menganggap bahwa kebahagiaan berasal dari luar diri. Semakin banyak benda yang ditambahkan dari luar, atau semakin banyak pujian orang dari luar, semakin besar kebahagiaan. Keyakinan ini membuat para nekrofili terus-menerus berusaha mengetur senyumnya agar sesuai dnegan kritersia semua orang.
2. mereka ingin abadi di tengah segala perubahan
segala sesuatu yang membuat seseorang menang dan ingin lebih cepat dari orang lain inilah kita bisa tertular oleh kepribadian mayat ini. Karena itulah, berhentilah sejenak dan laksanakan sholat. Karena kesibukan membuat seseorang lupa diri.

 Bab ke 5 tentang Jangan tergesa-gesa.
Sejak pertama kita terjaga, waktulah yang membuat keputusan untuk saya. Kita bergegas, bergerak dengan tergesa-gesa daisatu janji dan target berikutnya.
Ketergesaan bermula dari obsesi kita untuk mendapatkan sesuatu lebih cepat. Semua ada waktunya, bertindaklah perlahan seperti matahari yang tidak pernah lebih cepet terbit atau tenggelam. Rosulullah bersabda, ” Barang siapa melatih dirinya untuk bersabar, niscaya Allah akan memberinya kekuatan untuk bersikap sabar.” Umar bin Khatab menyatakan, ” Hanya dengan berbekal kesabaran, kita dapat meraih kehidupan yang baik.

 Pada bab 6 dengan judul segala sesuatu da waktunya, disinikita disuruh untuk tidak mempersempit dada karena mustahil suatu keadaan yang menyengsarakan akan berlangsung terus-menerus tanpa ada perubahan. Ibadah yang paling utama adalah menunggu datangnya kemudahan mengusir kesulitan. Kita juga diberi saran agar kita mengendalikan pikiran kita dengan mengarahkanya untuk melakukan pekerjaan yang membuahkan hasil yang menguntungkan dengan kesungguhan dan konsentrasi.

 Bab 7 dengan judul Berbahagialah dengan pemberian Allah
Satu hal yang membuat kita gampang bersedih dan berputus asa adalah menolak diri sendiri. Disini kan diberitahu bahwa nilai kita terletak di bakat kita, amal saleh kita, manfaat, dan akhlak yang ada daloam diri kita. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk bersedih karena tidak mendapatkan ketampanan, harta benda, atau orangtua yang kaya raya. Tetap ridha lah dengan bagian yang yelah diberikan Allah.

 Bab 8 dengan judul Hari ini jadi milikmu
Apabila kita berada pada pagi hari, kerjakanlah apa yang harus dikerjakan. Jangan sampai kita menunggu petang hari. Hanya jari ini kesempatan kita untuk hidup, bukan hari kemarin yang telah pergi dengan membawa kebaikan dan keburukan; hari esok yang belum tiba saatnya. Di dalam bab ini kita diberi nasehat untuk menjalani kehidupan ini dengan senang dan kegembiraa, aman dan tenang, serta penuh ridha dengan apa yang kita miliki.
Bab 9, masa depan akan datang
Sesungguhnya hari esok belum tiba. Tiap kenyataan, wujud, bentuk, atau polanya belum past. Oleh karena itu, mengapa juga kita sibuk memikirkannya, merasa khawatir akan kesusahannya, gelisah dengan kejadiaanya, dan memperkirakan bencana yang akan terjadi padanya? Bukankah kita belum mengetahuinya?
Biarkan hari esok datang dengan sendrinya kepada kita. Janganlah kita tanyakan tentang berita-beritanya dan jangan kita tunggu-tunggu kedatangannya karena kita sendiri memiliki kesibukan dengan urusan hari ini. Bahkan ada sebuah hadis pernah menyatakan, ” Bila kamu sedang menanm sebenih kurma, dan esok akan kiamat, teruslah menanam!”
Bab 10 dengan judul demma masa lalu

Selamatkan diri kita dari bayangan masa lalu. Apakah kita akan mengembalikan arus sungai ke hulunya, matahari ke tempat terbitnya, dan mengembailkan bayi ke perutnya. Demam masa lalu adalah membayangkan kesusahan dan kegagalan masa lalu sebagai sebuah kesalahan yang akan terus-menerus mengikuti kita. Tiada guna membedah kembali bangkai masa silam atau mengembalikan putaran roda sejarah ke belakang. Kita dapat menengok masa lalu kita, memperoleh banyak keuntungan dari sukses yang telah kita raih dan belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan tanpa harus mengadili diri sendiri.
Bab 11 Iman adalah segalanya
Jangan bersedih karena kesedihan dapat membuat kita terkejut terhadap masa lalu, membuat kita takut menghadapaimasa depan, dan menyia-nyiakan hidup kita pada hari yang sedang dijalani hari ini. Tiada yang dapat membahagiakan, mensucikan, membersihkan, dan membuat senang jiwa ini, dan tiada yang dapat menghilangkan kesusahan, kesedihan, kegelisahan, selain iman kepada Allah. Tiada bernilai  sama sekali hidupnya kecuali dengan iman.
Bab 12 brelari kepada Allah
Beriman berarti berlari hanya kepada Allah, Allah maha tahu dan akan memberikan jalan yang terbaik. Apabila sangat beriman kepada Allah, kita pun sangat percaya bahwa di dalm diri Allah tersedia kebahagiaan yang tak terkira. Maka apapun yang diberikanNya dalam hidupini, kitatetap yakin bahwa ada kebahagiaan yang tak terkira. Yang menunggu kitadi depan mata. Jiak kita percaya Allah menyayangi kita, maka berlarikan menuju Allah
Bab 13 dengan judul jadulah diri sendiri
Tujuanmu adalah menemukan siapa dirimu sendiri yang sebenarnya. Begitu diri sendiri ditemukan, keajaiban akan segera berdatangan. Jadi, jalanilah hidup ini dengan apa yang kita miliki, dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita. Jangan ubah suara, jangan ganti kasen bicara, jangan ubah cara berjalan. Bersyukur sajalah dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita.
Bab 14 dengan judul memahat diri sendiri
Manusia konon seperti seorang pemahat dengan diri sendiri sebagai kayunya. Setiap pemahat membentuk kayu berdasarkan gambaran atau citra tertentu yangada dalam imajinasinya. Dari hubunagn pemahat dan citra kita menemukann\bahwa segala hal diciptakan dua kali, pertama dalam rendcana atau niat, kedua dalam tindakan. Niat yang baik akan menetukan pekerjaan yang baik.
Kebiasaan dan karakter kita dihasilkan dari olahan sang pemahat. Setiap hari kita melakukan sesuatu yang berulang-ulang, itulah pahatan kita terhadap diri sendiri.
Bab 15  Olahraga pagi
Salah satu bahaya besar ketika mengalami kesedihan adalah ketika kita berfikir bahwa kita tidak memiliki tujuan. Memikirkan masa depan tetap harus dilakukan, yang mesti dihindari adalah menghawatirkan masa depan. Penting sekali menentukan tujuanuntuk diri sendiri, sekalipun tujuan-tujuan tersbut sangatkan kecil atau sepele.
Yusuf Qrdhawi (Al-’Ibadah fil Islam) mengungkapkan bahwa agama ini telah meluaskan batasan ibadah sehingga meliputi jenis-jenis amal yang sering tidak terlintas dalam pikiran sebagai amal ibadah maupun cara mendekatkan diri kepada Allah.
Bab 16 Cadangan kebahagiaan
Cintailah diri sendiri. Diri ini adalah satu-satunya yang kita miliki, tak bisa berganti dan bertukar dengan yang lain. Belajarlah untuk memaklumi tubuh dan memaafkan diri sendiri.
Jika kita sakit, kita sebenarnya akan mendapatkan lebih banyk kebebasan untuk menjadi diri sendiri dan menjadi apa yang kita inginkan karena saat itu kita tak memiliki beban. Saat sakit mungkin akan menghanyutkan kita pada emosi. Sedih adalah perasaan awal, tapi amatilah apakah kesedihan akan meingankan rasa sakit atau memperparah. Dari banyaknya emosi yang mucul, kita akan semakin mengenali diri kita sendiri.
Bab 17 dengan judlu jangan bersedih ketika kita sakit
Kesediahn datang ketiak kita merasakan sakit. Ketika kita sakit, kita akan menemukan pemahaman siapa diri kita dan siapa sahabat yang ada disekitar kita. Orang yang cerdas dapat mengubah kerugian menjadi keuntungan, orang bodoh sebaliknya. Janganlah mengharapakan orang lain berubah sebelum diri kita berubah.
Bab 18 dengan judul isilah waktu luang dengan kebaikan
”Dari waktu luanglah manusia membangun kerangka sejati mengenai dirinya.” ujar Agnes Repplier (penulis Amerika)
Orang-orang yang tidak punya kegiatan berpotensi sekali untuk melakukan pergunjingan dan gosip. Maka isi kekosongan dengan melakukan kegiatan bermanfaat dan membuahkan hasil.
Bab 19 Hakikat penderitaan
Setiap bayi manusia yang akan memiliki pertambahankemampuan, ada rasa sakit yang harus dilaluinya.
Kesusahan disebabkan oleh pemberhalaan. Pemberhalaan terjadi jika kita menganggap yang terbatas sebgai tak terbatas. Cara pandang keliru ini menyebabkan kita salah jalan, gampang panik, dan gelisah bahkan gagal hisup.
Kesusahan juga ditentukan dari pemaknaan atas kegagalan. Keraplah kita mengukur kehidupan dengan keinginan pribadi, seharusnyaorang lain seperti ini, seharusnya hari ini seperti ini dan sebagainya. Lalu kita menganggap kehidupan dan Tuhan tidak adil kepada nasib kita. Salah satu jalan yang terbaik adalah dengan terus bersyukur dan bersabar.
Bab 20 hadiah dari penderitaan
Sering kali kita mengukur keadilan dan takdir Allah dengan keinginan diri kita sendiri. Pastilah pada saat itu, keinginan kita akan menghadapi rasa frustasi. Pda saat itu banyak keinginan kita yang tidak terpenuhi akibatnya kita mengalami frustasi. Maka Allah menyatakan jangan berputus asa sari rahmat Allah, segeralah bertobat. Berusahalh untuk tidak memendam kebencian dan kemarahan diri kita.
Bab 21 pintu-pintu kebahagiaan
Pada bab ini banyak sekali kisah yang disajikan . banyak sekali yang dapat di ambil hikmahnya, salah satunya adalah orang-orang yang saleh, meski hidup di zaman kapanpun, sepertinya tak pernah kehilangan harapan dalam situasi yang muskil atau dalam keadaan yang menakutka. Karena selalu ada kebahagiaan yang dapat dituju. (bersambung…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: